28
Jun
10

IDOLA

Emo sedang murung. Makan ga enak, minum ga enak, bahkan tidur juga kok rasanya ga enak.. padahal tidurnya di kasur air impor yang sejak dulu diimpi-impikan Abe. “Sedang ‘itu’ kali,” kata Smoky. “Itu apa?” tanya Abe. “Sedang ‘M’..”, jawab Smoky. “Em? Em apa?” tanya Abe. Smoky ga mau jawab dan ngeloyor pergi.. “Cape deh!”

Don’t judge the book by its cover! Heran, kenapa baru sekarang aku percaya kata-kata itu benar!” kata Emo.

“Emang buku apa yang bikin kamu kecewa, Emo? Pasti isinya ga sebagus yang kamu pikir, ya? Aku juga pernah mengalaminya, kupikir ceritanya bakal bagus banget.. ternyata setelah dibeli trus dibaca isinya ga sesuai dengan covernya!” kata Abe. Bikin semua garuk-garuk kepala.

“Buku yang disukai banyak orang, covernya keren n glossy tapi ga lebih dari kamasutra versi roman picisan”, cetus Emo, ketawa ironis.

“Itu perumpamaan, buku itu ibarat orang. Orang ga selalu seperti yang kamu kira, gitu lo!” Rightey menjelaskan dengan sabar.

Emo mengangguk-angguk.

Dari balik notebooknya, Bentham berkomentar,”Dear Emo, sekarang saatnya kau sadar betapa salahnya dirimu. Aku bahkan berkali-kali lipat lebih baik dari idolamu itu, hahaha. Ya, maybe I’m not famous, but I got ‘something’ to give.. more than anyone can give. I’m a readable book, a good one with a good cover too.” Dia ketawa keras sampai semua orang jadi mengerutkan dahi. Berpikir O’o..

Emo mengabaikannya, “By the way, buku apa yang kamu beli, Abe?”

Reaching the Stars karya A. Baker. Penerbitnya harus dikomplain karena berusaha menipu pembaca dengan cover sebagus itu. Itu sama sekali bukan novel fiksi ilmiah!”

“A. Baker? Haha, tentu saja ayahku tak akan pernah bisa menulis novel. Dia hanya menulis nasihat bisnis.”

“Jadi itu buku karangan ayahmu? Hmm, seharusnya aku sudah tahu dari inisialnya,” gumam Abe dengan menyesal.

“Oh, c’mon, Abe! Kau hanya rugi uang. Dear Emo sudah pasti mengalami lebih dari itu.” Bentham berpura-pura menyesal.

“Tidak ada yang meminta pendapatmu, Bent!” Emo melirik tajam.

Bentham tidak menyerah, “Kau tidak merasa dikhianati, my dear? Tidak ada shock? Sakit hati? Jengkel? Malu pada diri sendiri?”

Rightey menatap Bent dengan tatapan malaikatnya. “Ada apa denganmu, Bent?” tanyanya polos, membuat Bent sedikit malu.

“Bent pasti sedang senang sekarang, karena dia tidak pernah menyukai rock star dan para groupiesnya hehe,” Lefty menggeleng-gelengkan kepala.

“Secara psikologis, itu berasal dari rasa rendah dirinya,” sambung Newt.

“Atau akibat cinta bertepuk sebelah tangan.. hehe..,” bisik Hazel.

“Benarkah?” Lefty, Newt, dan Rightey menatap Hazel tak percaya.

Emo dan Bentham menatap curiga, “Apa yang kalian bicarakan?”

Abe menyambung, “Ya, aku sebenarnya tidak paham soal ‘buku’ ini..???”

“Kataku, Bent tidak menyukai rock star, bukan begitu Bent?” jawab Lefty, tanpa menunggu jawaban Bent ia berpaling ke Abe, “Kemana saja kau, nak. Tidak pernah lagi menonton TV? Ini bukan soal buku biasa, ini buku yang sangat terkenal. Kau tahu, seorang idola yang tercemar akibat perbuatannya sendiri. Seorang borjuis kecil dan gaya hidupnya yang hedonis namun menyalahi mitos norma kaum borjuis. Money, sex and videotape. Seperti judul film, tapi nyata.”

“Atau Love, sex and Rock n’ Roll. Slogan yang benar-benar dipraktekkan!” sambung Hazel dengan mata membesar.

“Aku tahu kasus itu,” kata Abe. “Buku yang banyak dibaca orang, ya?!”

Emo mendengus. “Lupakan soal buku itu. Lebih baik buku yang tak berguna dibuang saja ke tempat sampah. Masih banyak buku di toko buku, tapi aku tidak yakin lagi buku mana yang bermutu.”

“Kukira kau akan tetap setia mendukungnya secara moral, seperti pada kasus OJ..” kata Hazel.

“Atau Michael Jackson!”

“Masalahnya OJ Simpson dan Jacko kan saat itu masih tersangka belum ada bukti mereka bersalah. Kalo direkam video mungkin aku akan percaya.. ” Bent terkekeh.

“Mengapa tindakan yang tidak bermoral harus mendapat dukungan moral?” Rightey mengerutkan dahi sambil menatap Hazel tak percaya.

“Begini matematikanya, Rightey.. bilangan bulat Negatif moral harus ditambah bilangan bulat Positif moral supaya menghasilkan bilangan bulat moral yang nilainya positif,” sahut Hazel.

“Atau malahan menghasilkan nol”, Newt tertawa pada analogi yang diberikan Hazel.

“Contohnya, dukungan moral itu seperti apa? Apa kita harus bilang ‘SEMANGAT’ atau “CAIYO’???” tanya Abe.

Emo mengeluh sambil menggumam tak jelas.

“Kasih bunga dan puisi, hehe.. atau kasih coklat berbentuk hati,” cetus Bentham sarkastik.

“Kasihan, pasti beban moralnya tambah berat kalau kau bilang begitu. Dia akan turut menanggung dosa para penggemar juga..” keluh Rightey serius, sambil mengucapkan ampunan kepada Tuhan.

“Dukungan moral ya kita ga usah download videonya, ga usah nyebarin ke orang-orang!” seru Smoky yang baru masuk dari ruang sebelah.

“Aku tidak suka begituan” kata Abe.

“Berikan nasihat terbaik dan arahkan jalannya ke arah yang benar,” kata Rightey.

“Tengok dia di penjara, siapa tahu kau bisa berfoto bersama!” sahut Bent, ditujukan pada Emo.

“Huh, ada tidak dukungan moral buat ratusan mungkin ribuan orang tak bersalah yang dijebloskan di penjara. Atau dukungan moral buat para buruh migran yang hidupnya menderita di luar negeri padahal mereka berjasa mendatangkan devisa negara. Mereka sudah menderita, diperas dan sama sekali tidak dihargai. Ironis sekali negeri ini, apa ini negeri kaum borjuis?” Lefty melipat tangannya dengan kesal.

“Tentu saja sudah jadi hukum di zaman idol-idolan, tak kenal maka tak sayang. Yang populer pasti menang, mutu ga lagi jadi hitungan. Yang punya uang punya banyak kesempatan, di dunia politik, showbiz atau apapun, bahkan kalo kamu mau mati terus dikubur di bulan juga bisa kalo kamu punya uang,” sambung Smoky sambil menghembuskan asap rokoknya.

“Kalian ini…” Emo merengut, “Aku tidak berencana memberi dukungan atau apapun. Memang aku bilang begitu???!!!”

“Ya tidak masalah, memangnya idolamu itu peduli? Hehe.. aku yakin tidak,” kata Bent puas.

Emo tidak marah, ia malah menanggapi Bent seperti mendapat sebuah pemikiran baru. “Ya, mana mungkin peduli. Untuk itu aku juga tidak peduli. Who do you think you are .. sampe aku harus memikirkan hal ini! That’s not my problem anyway. Banyak masalah di dunia ini untuk kupikirkan. Dan jauh lebih penting!”

“Memangnya apa yang lebih penting untuk dipikirkan?” tanya Abe.

“Kulitku yang terbakar sehabis berlibur ke Hawaii. Kuku-kuku jariku juga patah gara-gara outbond ekstrim yang direkomendasikan kakakku. Menyebalkan sekali. Aku harus membersihkan diri ke spa dan konsultasi dengan dokter kulit pribadiku secepatnya. Aku juga mau mengganti model rambutku, memalukan sekali.. model rambutku yang sekarang ini sudah out of date.”

Mereka mengangguk sambil berpandangan. Welcome back, princess!

Lefty menggerutu “Dosa kaum borjuis adalah mereka hidup untuk kesenangan. Bekerja keras, menderita dan tertindas tidak ada dalam catatan harian mereka. Kalo kau sebut konser rock adalah kerja keras, para kuli pasar itu juga mau menukar pekerjaan mereka dengan profesi bintang rock. Kalo kau sebut pergi ke spa itu penting bagi wanita, maka mbok Siyem tetanggaku yang petani juga mau melakukannya setiap hari alih-alih menanam padi.” (Fk)

22
Jun
10

“MAJAPAHIT KENA KANKER” babak 10

BABAK X

PENYEMBUHAN KANKER YANG MENYERANG MAJAPAHIT


Proses melahirkan yang dijalani Ratu Tribhuwana Tunggadewi sangat berat. Demikian pula operasi kanker yang menyerang Gajah Mada dan Sri Kertawardana. Sekelompok Tabib Istana dan pejabat penting dipanggil oleh Sri Rajadewi Maharajasa.

Narator                      : Akibat bala yang disebarkan Betara Kala, rakyat Majapahit menderita kanker. Demikianlah yang terjadi pada Gajah Mada dan Sri Kertawardhana yang terluka parah. Sri Rajadewi Maharajasa bersama ibu suri Rajapatni memanggil sekelompok tabib dan pejabat penting untuk merundingkan masalah ini.

Rajadewi Maharajasa : Penyakit apakah yang menyerang Majapahit, Tabib?

Tabib Istana              : Penyakit yang sangat langka, gusti. Penyakit ini akan memakan badan manusia secara perlahan-lahan dari dalam. Sampai saat ini belum ditemukan obatnya.

Rajapatni                   : Apa yang harus kita lakukan, jika demikian? Mpu Prapanca, dapatkah engkau memberi petunjuk?

Mpu Prapanca : Dalam penglihatan saya, Ibu Pertiwi mengisyaratkan keselamatan gusti ratu, Sri Kertawardhana dan Mahapatih Gajah Mada akan menyelamatkan Majapahit. Biarlah para tabib yang menangani pembedahan mereka. Dharma mereka adalah jawaban atas persoalan yang kita hadapi.

Rajapatni                   : Hal ini mengingatkanku pada peristiwa Tanca….

Tabib Istana              : Hamba sungguh tak berani melakukan hal seperti itu, gusti. Kami para Tabib sudah bersumpah untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan pasien secara sengaja.

Rajadewi Maharajasa : Ibunda tidak bermaksud meragukanmu, Tabib. Laksanakanlah tugas kalian dengan baik.

Musik Pengiring        : ……..(03 menit) suara operasi serta tarian yang menggambarkan operasi dan proses melahirkan.

Gajah Mada dan Sri Kertawardhana sembuh dari luka-luka dan penyakitnya.



Musik Smash             : ……….(03 menit) suara tangis bayi.

Musik Live                 :  “Hero by Mariah Carey” (Tribhuwana Tunggadewi)

Narator                      : (Di tengah-tengah lagu) Sang Hyang Wekas ing Suka lahir di dunia.. Surgaloka telah menerima dharma para pahlawan.. Kanker yang menggerogoti Majapahit lenyap seketika. Kegelapan pudar… dan kekuatan jahat diusir pergi. Rakyat kini memperoleh harapan yang hampir sirna……. Kelahiran Hayam Wuruk merupakan awal dari kejayaan sebuah negeri yang kelak mempersatukan Nusantara. Bersama Gajah Mada ia akan membangun dasar bagi bangunan istana Ibu Pertiwi Indonesia.

Musik Smash             : ……(20 detik) Ibu Pertiwi puteranya, Garudea memasuki stage. (diiringi musik tradisional Jawa/Bali)

Ibu Pertiwi                 : Sesungguhnya di dalam diri manusia terkandung sifat satwam, rajas dan sifat tamas. Sifat satwam atau welas asih bagaikan air yang menyembuhkan. Sementara sifat rajas dan tamas bagaikan kanker yang menyerang jiwa manusia. Itulah sifat sang Kala yang angkuh, egois dan rakus. Kanker dalam jiwa manusia hanya bisa disembuhkan jika manusia selalu memelihara sifat welas asih dan kepedulian terhadap sesama. Jika tidak, kanker akan terus menggerogoti jiwamu sampai habis….

Musik Smash             : …….(10 detik) Seluruh pendukung acara masuk ke stage.

Musik Live                 : “I’ll Be There by The Jackson Five” ….

20
Jun
10

“MAJAPAHIT KENA KANKER” Babak 9

BABAK XI

KEKALAHAN BETARA KALA


Keadaan rakyat sungguh mengenaskan. Ratu dan suaminya yang menyamar turun menyelamatkan korban


Musik Pengiring        : …….(30 detik)

Musik Live                 :  “Everybody Hurts by The Corrs” ….(Ratu Tribhuwana) sambil menyelamatkan dan menghibur para korban yang terluka dan putus asa.

Korban I                     : Terimakasih, nini, tuan. Kalian telah menyelamatkan dan membangkitkan harapan kami.

Korban II                    : Semoga anak kalian lahir dengan selamat dan menjadi seseorang yang berbudi luhur dan dilindungi dari segala bala.

Tiba-tiba muncullah Betara Kala (gun smoke) hendak memakan Ratu Tribhuwana yang tengah mengandung putera mahkota.


Musik Smash             : ……..(03 detik) kemunculan Betara Kala.

Betara Kala                : Huhuhuahahahaha…….Kau tidak bisa mengelabui mata sang Kala, hai Ratu Majapahit. Serahkan bayi dalam kandunganmu dan kau akan selamat!

Ratu Tribhuwana       : Kau tak akan pernah mendapatkannya!

Sri Kertawardhana     : Pergilah Betara Kala! Para bhattara melindungi anakku.

Betara Kala                : Hehehe…… Ucapanmu sungguh lucu, Raden. Minggir! (menggeram) Istrimu telah mengambil keputusan yang buruk.

Sri Kertawardhana mencoba melindungi istrinya. Sampai kemudian Gajah Mada hadir untuk menyelamatkan mereka.


Musik Smash             : ……….(03 detik) Kemunculan Gajah Mada.

Gajah Mada               : Aku, titisan Narayana, bersumpah untuk melindung tahta Majapahit. Tak gentar menghadapi siapapun yang berniat mengotori tumpah darah Wilwatikta!

Betara Kala                : Weh, weh, weh, Gajah Mada… Turunan rakyat jelata yang berlagak ksatria?! Huhuhuahahaha….!

Gajah Mada               : Kasta bukan ukuran derajat seseorang. Engkau, putra bhattara Guru, namun lakumu bagaikan serigala yang selalu lapar.

Musik Smash             : ………(03 detik) Betara Kala marah.

Betara Kala                : Kurang ajar!!!

Musik Pengiring        : ……….(30 detik) Perang tanding.

Gajah Mada terkena serangan Betara Kala dan jatuh pingsan. Sri Kertawardhana yang melindungi Ratu Tribhuwana turut tumbang tak berdaya.


Musik Smash             : ………(03 detik) Betara Kala hendak memakan sang Ratu.

Saat itulah muncul Ibu Pertiwi menghampiri Ratu Tribhuwana.


Betara Kala                : Dinda dewi, mengapa kau turut campur?

Ibu Pertiwi                  : Aku tak berniat turut campur. Atma sang ratu yang welas asih telah menyelamatkannya. Doa rakyat yang tulus didengar Sang Pencipta, itulah yang membuat engkau tak dapat melukainya.

Betara Kala                : (tertawa geli tak percaya) Hehehehe…

Musik Live                 :  “God Save The Queen by Sex Pistols”/ “Eat You Alive by Limp Bizkit” ….(Betara Kala)

Betara Kala mendekati Ratu Tribhuwana dan tiba-tiba ia menjerit kesakitan.

Musik Smash             : ……….(05 detik) Betara Kala terjatuh dan lenyap menjadi asap (gun smoke)

Narator                       : Betara Kala tak mampu melukai sang Ratu. Doa dari jiwa yang tulus lebih kuat dari kekuatan jahat manapun. Kini, Betara Kala harus menerima kekalahan yang amat menyakitkan.

Para prajurit dan tabib muncul untuk menyelamatkan mereka.


Fide Out

19
Jun
10

“MAJAPAHIT KENA KANKER” Babak 8

BABAK VIII

BENCANA MENIMPA MAJAPAHIT


Narator                       : Dua tahun berlalu. Majapahit diliputi kedamaian. Arya Damar diutus ke negeri Cina dalam misi perdamaian untuk kedua kalinya. Dan tak lama kemudian Majapahit mendapatkan kabar gembira. Ratu Tribhuwana Tunggadewi tengah mengandung seorang penerus mahkota….Namun akankah kedamaian ini berlangsung lama?

Tiba-tiba terjadi kekacauan di Majapahit. Bencana alam terjadi, gempa bumi di Pabanyu Pindah dan meletusnya gunung Kampud. Api merah menggelora, abu memenuhi langit dan halilintar menyambar. Rakyat panik, berusaha menyelamatkan diri dan harta benda mereka. (divisualisasikan dalam bentuk tarian dan lighting)

Musik Pengiring        : ………(01 menit) musik scoring

Musik Smash             : ………(30 detik) Kedatangan Betara Kala disusul suasana Gempa bumi, meletusnya gunung Kampud, angin puting beliung dan halilintar menyambar.

Musik Live                 :  “Sora by Slank” …(Betara Kala)… Ditengah-tengah lagu/interlude, ia tertawa-tawa, sambil menyebarkan bala (confetti atau abu berkelap-kelip, serta efek sambaran halilintar tiap kali ia menggerakkan salah satu tangannya ke atas)

Di Keraton getaran gempa susulan terasa, namun tidak sampai menimbulkan kerusakan. Tak lama kemudian abu putih memenuhi langit dan menerpa daratan sampai ke keraton Majapahit.


Musik Pengiring        :

Gajah Mada               : Gempa bumi terjadi di Pabanyu Pindah, gusti Ratu.

Gajah Enggon             : Abu putih juga memenuhi langit kotaraja hari ini. Tampaknya lindu sudah membuat gunung Kampud meletus.

Emban                         : Kenapa tidak panggil saja Mbah Marijan?

Punakawan                 : Ngawur! Zaman ini belum ada Mbah Marijan. Kenapa tidak panggil ahli vulkanologi saja, gusti?

Emban                         : Hus! Tambah ngawur sampeyan!

Ratu Tribhuwana       : Siapkan segala bantuan yang diperlukan. Kita harus secepatnya menolong para kawula agar mereka tidak lebih menderita lagi.

Gajah Enggon             : Baik, gusti ratu.

Gajah Mada               : Hamba telah memerintahkan para prajurit bhayangkara untuk memperketat penjagaan. Hamba merasakan firasat yang tidak baik. Berhati-hatilah gusti ratu, mungkin saja bencana ini adalah pertanda.

Gajah Mada dan Gajah Enggon meninggalkan tempat. Demikian pula para menteri, emban, punggawa dan para prajurit bhayangkara.

Sang Ratu yang tengah mengandung berada bersama suaminya. Sri Kertawardhana, suami sang ratu, menghibur istrinya.


Musik Live                 :  “Badai Pasti Berlalu by Chrisye” …. (Sri Kertawardhana)

Ratu Tribhuwana       : Rakyat sedang menderita. Kakang, kita tidak bisa berdiam diri begitu saja.

Sri Kertawardhana     : Apa maksudmu, diajeng Prabu? Bukankah Majapahit sudah mengirimkan bantuan untuk para kawula yang tertimpa bencana?

Ratu Tribhuwana       : Tetap saja hatiku tidak tenang, kakang. Maukah kakang menemaniku untuk melihat langsung keadaan rakyat?

Sri Kertawardhana     : (Tampak terkejut sejenak) Diajeng, bukan maksudku menolak keinginanmu. Tapi keadaan sedang kacau dan tidak aman. Abu di luar sana juga dapat mengganggu kesehatanmu dan bayi kita.

Ratu Tribhuwana       : Seorang pemimpin harus melayani rakyat. Dan anak kita adalah calon pemimpin Majapahit. Kesehatan bisa dijaga, tapi panggilan nurani tidak bisa diabaikan, kakang. Aku akan pergi seorang diri jika kakang tidak bersedia menemaniku.

Sri Kertawijaya          : Sejatinya engkau memang seorang Prabhu. Aku tidak akan menghalangimu lagi……Dan tak mungkin kubiarkan engkau pergi tanpa perlindunganku.

Ratu Tribhuwana Tunggadewi tersenyum. Mereka bertukar pakaian menjadi rakyat biasa dan pergi ke daerah yang tertimpa bencana.


Fide Out

17
Jun
10

“MAJAPAHIT KENA KANKER” Babak 7

BABAK VII

SUMPAH PALAPA


Musik Smash             : ……….(03 detik)

Musik Pengiring        : ………..(3 menit) Musik Tradisional Jawa-Modern.

Adegan pelantikan Gajah Mada sebagai Patih Amungkubumi, yang dipimpin oleh Ratu Tribhuwana Tunggadewi. (divisualisasikan dengan tarian)


Narator                       : Karena keberhasilannya memadamkan pemberontakan Sadeng dan Keta, Gajah Mada diangkat menjadi Patih Amungkubumi menggantikan Patih Arya Tadah. Pada upacara pengangkatan ini, Gajah Mada mengucapkan sumpah Palapa.

Musik Smash             : ……….(03 detik) suara gong kerajaan

Gajah Mada               : Sira Gajah Mada pepatih amungkubumi tan ayun amukti palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tañjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompu, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa.

Punakawan I               : Anu, interupsi, maaf gusti patih.

Arya Tadah                : Ada apa heh?

Punakawan I               : Apa tidak sebaiknya ditranslate ke bahasa Indonesia saja. Hamba rasa, tidak semua yang ada di sini paham bahasa Jawa apalagi yang kuno. Bukan begitu penonton? (Bertanya kepada penonton)

Punakawan II : Ngenyek kamu. Berani-beraninya bicara seperti itu di hadapan mahapatih.

Punakawan I               : Lha saya ini memperjuangkan hak penonton gitu lho. Kalau begitu kita serahkan saja pada ki dalang, bagaimana ki, apa usul saya diterima?

Dalang (Suara Narator)         : Usul sampeyan pancen oye! Sekarang mahapatih Gajah Mada kembali mengucapkan sumpah Palapa dalam versi yang sudah diterjemahkan.

Gajah Mada               : Ehem …….(berdehem sambil melirik ke Punakawan I yang langsung memohon ampun dengan membungkuk dan mengatupkan kedua telapak tangannya)

Musik Smash             : ………. (03 detik)

Gajah Mada               : “Selama aku belum menyatukan Nusantara, aku takkan menikmati palapa. Sebelum aku menaklukkan Pulau Gurun, Pulau Seram, Tanjungpura, Pulau Haru, Pahang, Dompu, Pulau Bali, Sunda, Palembang dan Tumasik, aku takkan mencicipi palapa.

Musik Live                 :  “Amukti Palapa by Kalingga” (Mpu Prapanca) diiringi para penari yang memasuki stage.

Fide Out

15
Jun
10

“MAJAPAHIT KENA KANKER” Babak 6

BABAK VI

PEMBERONTAKAN SADENG DAN KETA


Panglima dari Sadeng dan Keta berkumpul dan bersiap-siap bersama pasukan pemberontaknya dengan gembira karena merasa yakin akan memenangkan pertempuran.


Musik Pengiring        : ……….(30 detik) Music Scoring Heaven and Earth (Kitaro) mengiringi kehadiran pasukan pemberontak bersama dua pemimpinnya dari Sadeng dan Keta.

Kedua pemimpin pemberontak tertawa-tawa penuh kesombongan, sambil bertolak pinggang dan membusungkan dada.


Panglima Sadeng        : Raja by /Rif” (para penari memvisualisasikan adegan melayani Raja/Adipati Sadeng)

Panglima Keta            : Jangan kuatir, keinginan sampeyan akan segera terwujud, kakang. Huahahaha……(diikuti tawa Panglima Sadeng dan para pasukan)

Tiba-tiba Arya Damar muncul bersama pasukannya, mengepung pasukan pemberontak.


Musik Smash             : ………..(05 detik)

Arya Damar               : Jangan senang dulu. Kalian sudah terkepung sekarang!

Panglima Sadeng        : Kurang ajar! Bukankah kau masih berada di kotaraja?!

Arya Damar               : Kami lebih pintar dari yang kalian duga.

Musik Smash             : ………..(03 detik) kedatangan Gajah Mada.

Gajah Mada               : Jangan pernah remehkan lawan! (tertuju kepada Panglima Sadeng dan Keta). (Kemudian berseru pada seluruh pasukan pemberontak) Menyerahlah kalian semua! Tidak ada gunanya bertempur melawan kami! Kami tidak ingin darah harus kembali tumpah di tanah Wilwatikta!

Panglima Sadeng        : Tutup mulutmu, Gajah Mada! Kau pikir semudah itu kami menyerah?

Panglima Keta            : Tapi kakang, mereka telah mengepung kita.

Melihat pasukan Majapahit yang telah mengepung mereka, pasukan pemberontak mulai ragu-ragu dan saling bertukar pandang. Saat itulah Betara Kala muncul (diawali dengan gun smoke) dari ketinggian.


Musik Smash             : ……….(03 detik) kedatangan Betara Kala.

Musik Live                 : “Rebut by Slank” (Betara Kala)


Betara Kala kemudian lenyap dari pandangan.


Panglima Sadeng        : Hai Pasukan Sadeng dan Keta, Kemenangan tak akan bisa diraih jika kita menyerah. Jangan diam saja, ayo rebut kekuasaan mereka! Seraaaang!!!!

Musik Smash             : ………..(03 detik)

Panglima Keta            : Seraaang!!!

Gajah Mada               : Tak ada yang bisa kita lakukan kecuali menghadapi mereka, Raden. (kepada Arya Damar)

Arya Damar               : Tentu saja, patih. Pasukan Majapahit, seraaaang!!!!

Music Smash              : ……….(03 detik) suara pasukan menyerang dan denting pedang

Musik Pengiring        : ……….(03 menit) Music Scoring The Lord of The Ring 3: Return of The King (Adegan Perang)

Terjadi pertempuran (yang divisualisasikan dalam bentuk tarian). Pasukan Pemberontak berhasil dilumpuhkan. Panglima Sadeng dan Panglima Keta menemui ajalnya.

Fide Out

14
Jun
10

“MAJAPAHIT KENA KANKER” Babak 4-5

BABAK IV

PENGUNDURAN DIRI PATIH AMUNGKUBUMI ARYA TADAH


Gajah Mada melaporkan pada Ratu Tribhuwana Tunggadewi bahwa Sadeng dan Keta tengah menyusun rencana untuk melakukan pemberontakan terhadap Majapahit.


Musik Smash             : ………(03 detik) kedatangan Patih Kediri Gajah Mada.

Gajah Mada               : (menghaturkan hormat) …….Duli, gusti ratu, hamba mendapat laporan dari telik sandi bahwa Sadeng dan Keta tengah merencanakan makar.

Musik Smash             : …………(03 detik) Ratu terkejut.

Ratu Tribhuwana       : Hhhhh…..(menghela nafas) Lagi-lagi pemberontakan. Baiklah, atasi permasalahan ini dengan baik. Jangan sampai rakyat menjadi resah.

Gajah Mada               : Dawuh, gusti ratu. (mengundurkan diri)

Patih Amungkubumi Arya Tadah yang sedang sakit berkeras memaksakan diri menghadap Ratu Tribhuwana Tunggadewi.


Patih Aryo Tadah       : Ampun gusti ratu, hamba sudah sepuh dan sakit-sakitan. Inilah saatnya bagi hamba untuk meletakkan jabatan dan menyerahkannya kepada yang lebih muda.

Ratu Tribhuwana       : Tapi paman patih, Majapahit masih membutuhkan kehadiran paman. Apalagi saat-saat seperti ini, dimana makar sedang dijalankan terhadap Majapahit. Bukan begitu, dinda Rajadewi?

Rajadewi Maharajasa           : Kakangmbok betul, paman. Ini bukan saat yang tepat membicarakan masalah peletakan jabatan.

Patih Aryo Tadah       : Bukan maksud hamba mengabaikan persoalan negara. Tapi semakin tua semakin lamur pandangan seseorang. Sakit yang hamba derita telah menegur hamba untuk tidak mengingkari umur.

Ratu Tribhuwana       : Sakit bisa diobati, dan umur adalah urusan Sang Pencipta. Maafkan saya, paman patih, saya tidak bisa memenuhi permintaan paman. Untuk itu saya akan memanggilkan tabib istana supaya mengobati sakit paman.

Narator                       :  Maka pulanglah mahapatih amungkubumi Arya Tadah disertai seorang tabib kerajaan yang diperintahkan untuk mengobatinya. Kemudian ia memerintahkan agar Gajah Mada menghadap.

Gajah Mada               : Hamba menghadap, tuanku. Ada apakah gerangan tuan memanggil hamba?

Arya Tadah                : Begini, anakku. Dalam keadaan sulit ini Majapahit membutuhkan seseorang yang tidak hanya bijak tapi juga sehat jasmani. Aku ingin kau menggantikanku sebagai patih amungkubumi

Gajah Mada               : Ananda tidak sanggup jika menjadi patih sekarang ini. Jika sudah kembali dari Sadeng, hamba menyanggupi, itupun jika tuan sudi memaafkan segala kekurangan kemampuan hamba ini.

Arya Tadah                : Aku akan membantumu dalam segala hal kesusahan yang akan kau hadapi, anakku.

Fide Out


BABAK V

KEDATANGAN ARYA DAMAR


Sebuah kapal besar yang indah berlabuh di pantai Majapahit. Para nelayan bergerombol penasaran melihat kedatangan kapal tersebut. Kemudian muncullah seorang pemuda dari dalam kapal, yang kemudian disambut oleh Gajah Mada.


Musik Pengiring        : ………(05 detik) suara lautan dan Music minang

Musik Smash             : ……..(01 menit) kemunculan Arya Damar.

Gajah Mada               : Selamat datang Raden Arya Damar. Sudah lama kita tak bersua, saya senang dapat bertemu lagi dengan panjenengan.

Arya Damar               : Aku merindukan Majapahit. Aku juga senang bisa bertemu denganmu lagi sahabatku, Gajah Mada.

Gajah Mada mengatupkan kedua belah tangannya tanda penghormatan, dan dibalas oleh Arya Damar dengan posisi serupa.


Arya Damar               : “Sahabat Sejati by Sheila On Seven

Gajah Mada               : Sungguh waktu yang tepat, kedatangan panjenengan. Saat ini Majapahit tengah diguncang makar. Celakanya, menteri Ra Kembar secara sepihak  melakukan serangan sehingga kacaulah strategi yang sudah saya susun.

Arya Damar               : (mengangguk-angguk sambil berpikir) ….. Jika demikian kita harus segera menyusun strategi baru.

Gajah Mada               : (tersenyum) Sebenarnya saya dan gusti patih Arya Tadah sudah memikirkannya ketika mendengar kedatangan panjenengan ke Majapahit. Mari kita bicarakan masalah ini di kotaraja, Raden.

Arya Damar mengangguk setuju.

Fide Out

13
Jun
10

“MAJAPAHIT KENA KANKER” Babak 2-3

BABAK II

PENOBATAN TRIBHUWANA TUNGGADEWI MENJADI RATU MAJAPAHIT

Adegan Ibu Suri Gayatri menjadi seorang wikuni dalam sebuah upacara keagamaan. Kedua putrinya, Bhre kahuripan (Sri Gitarja) dan Bhre Daha (Dyah Wiyat) hadir dalam upacara tersebut.

Narator                       : Setelah Prabu Jayanegara mangkat, Ibu suri Rajapatni yang berhak mengisi tahtanya memilih jalan untuk menjadi seorang wikuni. Ia memanggil kedua putrinya yang menjadi penguasa Kahuripan dan Daha untuk mengisi kekosongan tahta.

Musik Live                 : “Tatva by Kula Shaker” (pimpinan upacara keagamaan)

Musik Smash             : ………(03 detik)

Rajapatni                    : Putriku Gitarja, kaulah yang tertua, kau berhak atas tahta Wilwatikta. Gelarmu adalah Tribhuwana Wijayatunggadewi. Dan engkau Wiyat, dampingilah kakakmu dalam menjalankan pemerintahan. Mulai sekarang gelarmu adalah Rajadewi Maharajasa

Sri Gitarja & Dyah Wiyat : Dawuh, Ibunda.

Rajapatni                    : Sebelumnya, kalian harus terlebih dahulu menikah.

Sri Gitarja & Dyah Wiyat : (saling berpandangan dan tersipu malu)

Rajapatni                    : Saat ini para ksatria sudah tidak lagi sungkan memasuki kotaraja. Untuk itu aku akan mengadakan sayembara untuk mencari calon suami bagi kalian berdua.

Musik Smash             : ………..(03 detik) Sri Gitarja & Dyah Wiyat terkejut.

Sri Gitarja & Dyah Wiyat : (Terkejut) Ibunda…..

Narator                       : Kedua putri sebenarnya telah jatuh cinta kepada dua orang ksatria, namun mereka tak berani membantah keputusan ibu suri.

Musik Smash             : ………(03 detik) suara gong kerajaan.

Masuklah para ksatria yang mengikuti sayembara. (divisualisasikan dengan tarian yang menggambarkan adegan adu tanding dan ketangkasan). Akhirnya dua orang ksatria berhasil memenangkan sayembara setelah mengalahkan lawan-lawannya.

Musik Live                 : “Mahadewi by Padi” ….(Chakradara & Kudamerta)

Narator                       : Raden Chakradara dan Raden Kudamerta memenangkan sayembara. Sesungguhnya mereka adalah orang yang dicintai oleh Putri Gitarja dan Dyah Wiyat. Ibu Suri Rajapatni kemudian menikahkan mereka dengan kedua putrinya dan memberi mereka gelar Sri Kertawardhana dan Sri Wijayarajasa.

Musik Smash             : ……….(03 detik)

Para pemain berinteraksi dan masuklah sang ratu bersama suaminya dalam iring-iringan menuju tahta kerajaan. Iring-iringan itu disertai gerak tarian dan musik gabungan tradisional-modern. Adegan ini merupakan upacara pernikahan sekaligus pelantikan puteri Tribhuwana Wijayatunggadewi menjadi ratu penguasa Majapahit. Rakyat dan seisi keraton semua berpesta.

Musik Smash             : …….(03 detik) langsung menyambung lagu …

Musik Live                 : “Semusim by Chrisye feat Waljinah” ….

BABAK III

SUASANA KAHYANGAN


Ibu Pertiwi                  : Lihatlah Majapahit sekarang, kerajaan ini telah bangkit dari sakitnya. Kelak masa ini akan melahirkan titisan sang Wisnu dan para pahlawan.

Garudea                      : Wahai Ibunda Pertiwi, Majapahit belum sembuh betul. Manusia masih mengumbar keserakahan, dan Betara Kala terus menerus menebar bala.

Light out. Lighting diset dengan efek kilat. Kemudian Muncul asap diiringi kehadiran Batara Kala dan para penari yang jadi pengawalnya. Kemudian para penari mengundurkan diri, meninggalkan Batara Kala bersama Ibu Pertiwi dan Garudea.


Musik Smash             : …….(1 Menit) musik gamelan Bali mengiringi tarian Betara Kala dan pengiringnya.

Batara Kala                : Hahahahahahaha….Saya mendengar dari kejauhan ada yang yang menyebut-nyebut nama saya. Apa yang kalian bicarakan, kalau boleh tahu?

Garudea                      : Ini tentang manusia. Manusia berusaha sekuat tenaga membangun sebuah negeri, namun bala dan petaka selalu disebarkan. Mengapa para bhattara iri pada manusia?

Batara Kala                : Weh, weh, weh… bagaimana kalau pertanyaan itu dibalik? Pada dasarnya manusia suka merusak dan rakus. Mereka suka sekali bertindak bagaikan dewa.

Ibu Pertiwi                  : Kau jangan lupa, manusia memiliki nurani dan welas asih. Segala tipudayamu tidak akan dapat merasuki jiwa yang ksatria, tulus, penuh pengabdian dan cinta.

Batara Kala                : Hahahahahahaha……Kita boleh bertaruh tentang hal itu.

Musik Live                 : ….(lagu tentang kejahatan dan keserakahan manusia)

Para pengawal Batara Kala kembali muncul, disusul gun smoke dan lighting terang-gelap yang dinamis, mengiringi kepergian Batara Kala.

Fide Out

12
Jun
10

“MAJAPAHIT KENA KANKER” Babak 1

BABAK I

PERISTIWA PEMBUNUHAN PRABU JAYANEGARA



Musik Pembuka         : ……….30 detik (15 detik fanfare & 15 detik musik gamelan jawa-modern)

Narator                       : Pentas Operette Musical dengan bangga mempersembahkan……..

Musik Smash : ………..(05 detik)

Narator                       : “MAJAPAHIT KENA KANKER”

Musik Opening          : ………..(03 menit) Para penari bendera muncul serta melakukan gerakan-gerakan yang menarik.

Adegan opening masuk, suasana ramai dan meriah, lighting mengikuti suasana stage (terang/gemerlap).

Musik Pembuka         : ………..(02 menit) rakyat menari di suasana ramai. Sementara para punggawa kerajaan berjaga-jaga di setiap sudut.

Adegan ini menggambarkan tentang aktivitas di wilayah majapahit, sebuah negeri yang makmur, namun penuh huru-hara yang menyebabkan para punggawa kerajaan selalu mengawasi setiap tindakan rakyat.

Narator                       : Beberapa abad yang silam didirikanlah sebuah kerajaan besar oleh Raden Wijaya, yakni MAJAPAHIT. Sepeninggal Raden Wijaya, tahta Majapahit jatuh ke tangan puteranya Jayanegara. Sang Kalagemet berlaku sewenang-wenang. Dalam masa kekuasaanya banyak terjadi huru-hara. Suatu ketika Prabu Jayanegara menderita sakit lambung. Seorang tabib kerajaan dipanggil untuk mengobatinya. Tetapi, tak ada yang menyadari bahwa Ra Tanca, sang tabib, menaruh dendam terhadap sang Prabu.

Adegan yang menggambarkan pengobatan Prabu Jayanegara oleh Ra Tanca. Kemudian adegan tarian Betara Kala dan para pengiringnya tengah menggoda Ra Tanca yang menyimpan dendam terhadap Jayanegara untuk membunuhnya.

Betara Kala                : Hmmmm…Hmm…Hmm… Ck ck ck …..Engkau mencoba menyembuhkan orang yang telah berlaku tak pantas kepada istrimu. Huhuhuahahahaha…. Luar biasa! Padahal kesempatan emas berada di tanganmu……Huehehehehe…(tertawa mengejek)

Para penari mengacungkan-acungkan taji, membuat Ra Tanca lupa akan tugasnya sebagai tabib dan dendamnya semakin membara.

Musik Pengiring        : “Jagal Prabu by 2nd Clan

Musik Smash             : ……..(05 detik) Ra Tanca mengangkat taji (pisau bedah) nya dan menusukkannya ke tubuh Jayanegara.

Gajah Mada yang mendengar jeritan sang prabu seketika memasuki kamar Prabu Jayanegara. Saat itu juga Prabu Jayanegara menghembuskan nafas terakhir.

Ra Tanca                    : (sambil menangis dan menengadah ke atas) Ampuni hamba, Yang Maha Agung.  Hamba telah melakukan dosa besar. Tuan, bunuhlah saya, saya telah membunuh gusti prabu. (Memohon ampun kepada Gajah Mada)

Gajah Mada               : (Marah) Celaka! Durhaka! Dosamu tak terampuni!!

Musik Smash             : ………(03 detik)

Narator                       : Gajah Mada menghukum Ra Tanca dengan tangannya sendiri. Baginya, Ra Tanca yang telah menyalahi kode etik ketabiban tidak dapat diampuni.

Fide Out

12
Feb
10

TALANGAN

ABE : Aku semester ini belum melunasi DPP kuliahku.

NORM : Kenapa baru sekarang kau mengatakannya? UAS sudah di depan mata. Tapi kau tak perlu kuatir, aku akan memberimu talangan senilai yang diminta bagian administrasi. Tidak lebih, tidak kurang.

ABE : Trims, Norm. Aku akan segera mengembalikannya.

NORM : Tapi kau tidak menggelapkan dana yang biasanya dikirimkan ibumu sebelumnya kan?

ABE : Apa?! Tentu saja tidak!

LEFTY : Kau meragukannya, Norm? Hmm, ini tidak biasa..

NORM : Ini yang disebut keseksamaan perhitungan kemungkinan dalam pengambilan keputusan yang rasional.

LEFTY : Tak ada yang akan mengkriminalisasi kebijakan seperti itu, hehe..

ABE : Ya, aku jelas sangat bisa dipercaya. Aku jadi tersinggung!

NORM : Sori, tapi dengan posisiku sebagai bendahara LEM banyak yang tidak bisa membedakan antara uang pribadiku dan uang organisasi. Masalahnya lagi uang pribadiku tidak benar-benar uang milikku. Itu adalah dana operasional kuliah dari ortu.

ABE : Hmm.. Kau tidak akan menuntut bunga kan?

NORM : Memangnya aku rentenir?

ABE : Aku jadi lega. Tapi ini termasuk gratifikasi bukan ya?

NORM : Apa maksudmu? Hey, Lefty, kau dengar apa katanya?

LEFTY : Yang kutahu kalian sudah gila. Pembicaraan ini sungguh berdampak sistemik. Lebih baik aku angkat kaki dari sini sebelum aku terseret dalam arus berbahaya.




Blog Stats

  • 8,979 hits

Archives

FractalDevil

FractalsCalendar

January 2012
M T W T F S S
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Flickr Photos

Trey

DUSK N DAWN

Bentham as Gaugin

More Photos

Categories

FRACTAL FILES

Last Comment

fractalshead on “MAJAPAHIT KENA KANKER” Babak…
fractalshead on NAIK GAJI
Cerita Lucu on NAIK GAJI

FRACTAL Art

FractalsArts

Gaugin (model:Bentham^^)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.